PORTFOLIOS

sketsarumah.com
Studio Desain Rumah Online

rumah minimalis
gambar rumah | desain rumah
rumah adat tradisional
arsitektur rumah | layout rumah
denah rumah | design rumah
model rumah | contoh rumah
desain rumah minimalis
gambar design rumah
denah rumah minimalis
rumah indah | rumah modern
gambar rumah minimalis
PORTFOLIO klik gambar untuk lebih detail
rumah-minimalis-kanaka rumah-idaman desain-rumah-kelapa rumah-adat-tradisional desain-rumah-ibu-mawar desain-rumah-jelajah-kroya desain-rumah-jelajah-temanggung desain-rumah-dokter desain-rumah-purbalingga desain-rumah-surabaya desain-rumah-roziq desain-rumah-tatang desain-rumah-adidesain-rumah-kanaka90desain-rumah-darmantodesain-rumah-ngatonodesain-rumah-khoitsamahdesain-rumah-rofiidesain-rumah-ludidesain-rumah-pendem

Translate

Selasa, 25 Mei 2010

Thermal, antara takjub dan takut (1)


        Panas matahari yang terik menembus angkasa yang bolong pada siang itu. Tetapi orang-orang yang berdiri di puncak “Bukit 250” (nama yang diberikan masyarakat layang gantung, pada bukit tempat start layang gantung karena tingginya 250 meter dari tempat mendarat layang gantung di daerah kebun teh Puncak, Riung Gunung, Jawa Barat) tidak perduli. Mereka semua sedang tengadah melihat ke satu arah. Mereka melihat satu layang gantung beserta penerbangnya, Roy Sadewo – seorang instruktur senior perkumpulan gantolé (layang gantung) Jakarta – sedang melayang di udara membentuk lintasan spiral.

       Yang menakjubkan dari hal itu adalah saat itu angin tidak kencang (angin kencang dengan kecepatan tertentu merupakan modal agar layang gantung yang tidak bermesin dapat mempertahankan ketinggian terbangnya, sehingga dapat terbang lebih lama), tetapi layang gantung itu terbang naik terus kian tinggi. Bahkan, ketinggiannya sampai melewati ketinggian “Bukit 250” yang merupakan tempat start semua layang gantung di Puncak.

Lalu, apakah yang membuat layang gantung beserta penerbang itu –  yang berat keseluruhannya mencapai kurang lebih satu kwintal (100 kg) -  dapat naik ke atas melebihi tebing-tebing tinggi walaupun angin tidak kencang?

       Pastilah ada suatu kekuatan yang dahsyat yang dapat melakukan itu. Tidak lain dan tidak bukan adalah karena penerbang layang gantung itu memanfaatkan  “thermal”. Thermal dapat membuat penerbang layang gantung melayang-layang seharian penuh meskipun angin tidak cukup kencang. Bahkan dengan memanfaatkan thermal, layang gantung itupun dapat terbang menjelajah di atas pedesaan yang berpemandangan indah. Tetapi thermal yang maha dahsyat dapat pula menimbulkan pengalaman yang membuat para penerbang layang gantung hampir direnggut maut. Memang alam kadang menakjubkan, kadang pula menakutkan. Yang akhirnya semua itu menghantarkan ketakjuban dan ketakutan kita hanya kepada Yang Maha Kuasa.

Terbentuknya thermal
       Ada orang memberi nama lain thermal dengan “anak-anak matahari”. Mengapa demikian? Mulanya, cahaya matahari memanaskan permukaan bumi, dan selanjutnya menghangatkan lapisan udara di atasnya. Udara bukanlah penghantar panas yang baik, sehingga yang pertama-tama menerima pemanasan adalah hanya beberapa meter lapisan udara bagian bawah. Jika kondisinya tepat, lapisan udara ini akan menjadi cukup hangat dan akhirnya terlepas dari permukaan tanah dan naik seperti balon helium. Massa udara hangat yang naik ke atas inilah yang disebut thermal.

       Kita dapat mempunyai gambaran tentang sifat alamiah suatu thermal dengan memperhatikan pembentukan gelembung udara pada air yang sedang mendidih. Gelembung-gelembung itu juga timbul pada dasar panci dan semakin membesar, kemudian terlepas dan naik ke permukaan air. Perhatikanlah bagaimana diantaranya ada gelembung udara yang mempunyai ukuran yang lebih besar serta naik lebih cepat dari gelembung lainnya yang lebih kecil. Apakah yang menjadi sebab hal tersebut? Jawaban pertanyaan ini serupa dengan proses terjadinya thermal.

       Ketika sekumpulan udara hangat terbentuk di atas permukaan tanah, udara (atau air) yang lebih dingin di atasnya akan menekan ke bawah seperti panah pada gambar a. Lapisan udara hangat ini akan membesar dan pemanasan terus berlanjut, sampai suatu saat tenaga di sisi-sisi kumpulan udara hangat tadi melebihi gaya tahanan dari permukaan maupun gravitasi, dan kemudian mendorong ke dalam dari samping seperti terlihat pada gambar b. Udara dingin kemudian akan menghambur masuk ke bawah kumpulan udara hangat yang saat itu juga mulai naik sebagai massa yang menggumpal.

       Udara dapat menghambur dari segala jurusan ketika gumpalan udara tersebut atau thermal terangkat naik. Hal ini dapat dilihat dengan memasang pita-pita di seputar lapangan yang membentuk thermal tersebut. Ketika thermal terlepas, semua pita akan mengarah ke tengah lapangan.



       Hembusan angin mendadak yang kita rasakan pada hari yang panas dan banyak sinar matahathermal2ari sering disebabkan oleh menghamburnya udara karena adanya thermal yang terlepas naik.

(bersambung) 






Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
http://www.sketsarumah.com

Mau tahu Studionya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RUMAH JELAJAH 2

DESAIN RUMAH CIKARANG

DESAIN Rumah Purbalingga

DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA