PORTFOLIOS

PORTFOLIOS di

Mojo Sketsa Rumah
Studio Desain Rumah Online

rumah minimalis| gambar rumah| desain rumah|
rumah adat tradisional| arsitektur rumah| layout rumah| denah rumah
Silahkan klik gambar untuk melihat lebih detail
rumah-minimalis-kanaka rumah-idaman desain-rumah-kelapa rumah-adat-tradisional desain-rumah-ibu-mawar desain-rumah-dokter desain-rumah-roziq desain-rumah-tatang desain-rumah-adidesain-rumah-kanaka90desain-rumah-darmantodesain-rumah-ngatonodesain-rumah-khoitsamahdesain-rumah-rofiidesain-rumah-ludidesain-rumah-pendem
"Arsitek bagaikan seorang Bidan, Arsitek hanya membantu Klien ~ Sang Calon Ibu ~ melahirkan peradaban kecilnya, rumahnya."

Mojo Sketsa Rumah - STUDIO DESAIN RUMAH ONLINE


Silahkan klik MENU BERGAMBAR di bawah ini untuk melihat lebih detail

URUTAN HUBUNGAN KERJA CONTOH SURAT PERJANJIAN

sketsarumah.com

Mojo Sketsa Rumah

POSTING TERANYAR


Bismillah,

Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya.
Marilah menghidupkan kekayaan hati.

Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.


Selasa, 22 Juni 2010

Mengapa saya (baca : Rachmadi Triatmojo) menjadi Arsitek ?

Tugas Akhir, lulus "cum laude"
Bismillah,         

          Seseorang tidak bisa lepas dari bakat yang telah ditaqdirkan padanya. Seseorang akan dimudahkan kepada kemana dia cenderung. Walaupun dia berusaha ke arah lain, maka dia akan sulit menjalani sesuatu yang memang itu bukan jati dirinya. Namun sebaliknya, dia akan kembali lagi dan kembali lagi kepada apa yang telah ditaqdirkan padanya secara bakat tadi. Dalam bahasa 'marketing', apakah ini yang namanya 'brand image' yang akan terbangun secara alami ?

          Saya tidak mengatakan bahwa, saya berbakat menjadi seorang Arsitek, khususnya Arsitek untuk desain rumah. Tapi apa-apa yang saya ceritakan di sini adalah benar adanya. Dan saya meminta ampun kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala jika ada cerita yang menyimpang tidak sesuai dengan kebenaran. Dan cerita tentang saya ini, adalah bukti dari apa-apa yang mendasari bahwa seseorang tidak bisa lepas dari kecenderungannya (kalau memang terlalu arogan untuk dikatakan sebagai 'bakat').

          Nah, sebelum saya cerita tentang saya terkait dengan profesi arsitek tadi, saya akan jelaskan mengapa saya ceritakan ini semua. Seseorang biasanya percaya pada seseorang, khususnya terkait dengan suatu profesi, kalau seseorang tersebut sudah pengalaman dan ahli dibidangnya. Percaya apa tidak ?
Ini suatu pengalaman nyata saja, dan ini sering sekali dialami oleh orang-orang pada umumnya.
Begini, ketika saya baru lulus dari jurusan Arsitektur Institut Sains dan Teknologi Nasional, Jakarta saya melakukan hal yang biasa orang lakukan ; yaitu mencari pekerjaan. Sudah puluhan lamaran pekerjaan saya layangkan ke berbagai perusahaan. Hasilnya : nihil !.Tetapi, akhirnya saya bisa bekerja di suatu perusahaan Australia yang berdomisili di Jakarta dengan koneksi kakak saya yang bekerja di situ. Lamaran tetap di kirim, tapi itu hanya formalitas. Saya sudah pasti di terima di perusahaan itu.

Ahai ! , menurut saya, saya tidak diterima di berbagai perusahaan tadi karena dalam surat lamaran saya tidak tercantum 'pengalaman kerja'. Lha bagaimana tercantum, punya pengalaman kerja saja tidak. Jelas sebabnya ! karena saya baru saja lulus. Dan bagaimana seseorang bisa berkembang kalau harus punya koneksi dulu. Hmmm...betapa malangnya orang yang tidak punya koneksi dan pengalaman kerja. Maka tidak heran kalau ada seorang sarjana di ibukota ternyata dia seorang sopir bajay !
Lalu, bagaimana seseorang itu bisa diberi kesempatan untuk menunjukkan prestasinya kalau tolok ukurnya ini ? Begitu pula, bagaimana sketsarumah.com dengan sosok Rachmadi Triatmojo di balik layarnya dapat dipercaya kalau tolok ukurnya pengalaman kerjanya ? Sebagian hasil karya sketsarumah.com memang adalah bukti. Tapi bukti ini saya akui ini sangatlah sedikit dibanding dengan prestasi yang telah dibuat oleh arsitek-arsitek kondang di Indonesia.
Maka, dengan latar belakang inilah saya dengan keyakinan mantab bahwa saya sangat-sangat perlu menceritakan pengalaman 'kecenderungan' saya yang tidak bisa saya hindari dalam bidang arsitektur rumah walaupun secara kwantitas sangat jauh dari pada arsitek-arsitek seusia saya.
Dengan mengetahui kisah saya, setidaknya akan membangun rasa percaya Anda sedikit demi sedikit kepada saya.Harapan terakhir tentunya terjadi HUBUNGAN KERJA yang saling memberi manfaat antara Anda dan saya dalam hal desain rumah Anda.

          Baik, kita mulai ...

          Rachmadi Triatmojo terlahir dari pasangan Rachmanu Subagio dan Titiek Pujowati di kota Apel, Malang pada tanggal 24 Oktober 1964. Dia adalah anak bungsu dari 3 bersaudara. Dia anak laki-laki satu-satunya dari 3 bersaudara ini.Belum sempat besar, pindah ke Surabaya di daerah Magersari.
Kemudian karena ayahnya adalah seorang PNS Departeman Transmigrasi, dapat kemudahan menempati rumah dinas di kota Sidoarjo, Jawa timur. Di Sidoarjo inilah Rachmadi melewati masa kecilnya sampai klas 1 SD. Selanjutnya keluarga Rachmanu hijrah ke pulau Sumatra, tepatnya di kota Bengkulu. Rachmadi melewatkan masa belajar tingkat Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di kota Bengkulu.

         Ada satu peristiwa yang saya ingat sampai sekarang, yaitu ketika Rachmadi kelas 2 SD dia sudah mencoba menggambar perspektif suatu rumah tinggal. Dan dia bercita-cita menjadi insinyur Arsitek. Hal ini karena dia dibayang-bayangi oleh sosok Pamannya yang ada di Malang. Pamannya ini adalah seorang Arsitek.

         Kemudian setelah itu Rachmadi meneruskan pendidikan Sekolah Menengah Atas di ibukota Jakarta.Kemudian berlanjut ke perguruan tinggi Institut Sains dan Teknologi Nasional. Dia di terima di Jurusan Arsitektur.
Nah, disini saya mau bercerita kenapa Rachmadi mengambil Jurusan Arsitektur. Dia mengambil Jurusan Arsitektur bukan semata-mata asal ambil saja. Dia berpikir, kalau saya main ambil jurusan yang ternyata bukan bidangnya apa bisa lancar nanti kuliahnya ? Oleh sebab itu, dia sebelum lulus dari SMA mencoba ikut TEST BAKAT di Jurusan Psikologi Universitas Indonesia, Jakarta. Mau tahu hasilnya ? Rachmadi dianjurkan memilih Jurusan Arsitektur untuk pilihan pertama. Sedang untuk pilihan alternatif dianjurkan dalam hasil test tersebut untuk memilih Jurusan Seni Rupa.

         Ketika Rachmadi kuliah di ISTN Jurusan Arsitektur, entah kenapa timbul perasaan kurang semangat dalam menjalani hari-hari kuliahnya. Dan ini dia rasakan bukan karena tidak cocok pada jurusan Arsitektur, tapi lebih kepada adanya permasalahan dalam kehidupannya.
Menjelang akhir-akhir semester kuliahnya, Ayahnya berkata,"Kamu segera selesaikan kuliahmu, Bapak takut pensiun, kamu belum selesai kuliah dan Bapak tidak bisa membiayaimu lagi". Tersentak seakan tersadar dari tidur panjang, maka Rachmadi segera sadar bahwa dia harus segera menyelesaikan kuliahnya.
Maka sejak itu pula Rachmadi tancap gas, belajar, belajar dan belajar mengejar ketinggalannya. Dan anehnya dalam waktu singkat dia bisa menguasai ilmu-ilmu arsitektur yang terdapat pada mata kuliah-mata kuliah Arsitektur. Hal yang demikian membuat heran teman-temannya. Hasilnya apa ? Rachmadi lulus "cum laude"(terbaik) meninggalkan teman-teman satu angkatan yang bersama-sama mengajukan Tugas Akhirnya. Bahkan lebih dari itu, mahasiswa terpandai waktu itu yang bernama Farminsyah Ucok (beliau saat ini sudah meninggal dunia) bertekuk lutut masuk ranking di bawah Rachmadi. Menakjubkan !
Dari sini terbukti bahwa, kalau Rachmadi mendalami Arsitektur maka dengan mudah dia menyerap ilmu-ilmu arsitektur dan dengan mudah pula dia menyampaikannya dalam suatu bentuk penyajian.

          Setelah dia lulus, Rachmadi bekerja di berbagai perusahaan dan lalu membuat usaha sendiri di bidang CAD (Computer Aided Design) Service dan Pelatihan CAD. Yang semua jabatan dalam perusahaan-perusahaan maupun usahanya sendiri tidak sebagai Arsitek. Hanya saja pekerjaannya masih berhubungan dengan Arsitek. Heran ya ..., memang terkadang kesempatan tidak berpihak kepada bakat seseorang. Terkadang ada seorang Marketing dalam suatu perusahaan ternyata dia seorang Sastrawan yang hobinya menulis. Terkadang seorang sopir taksi yang ternyata dia seorang sarjana. Ya itulah taqdir dari Allah Subhana wa Ta'ala.

Kita balik lagi, disela-sela pekerjaannya yang bukan sebagai Arsitek tersebut, Rachmadi mencoba melamar sebagai Dosen Arsitektur di kampusnya dulu. Langsung diterima, dan dia tahu ini bukan semata-mata pertemanan, karena Ketua Jurusan Arsitektur ISTN adalah temannya dulu satu angkatan. Tapi, ini semata-mata prestasi yang telah dia ukir waktu lulus dulu sebagai yang terbaik. Ya, mungkin kalau dia dulu tidak lulus yang terbaik belum tentu diterima di Arsitektur ISTN sebagai Dosen sederajat dengan dosen-dosennya dulu waktu Rachmadi masih kuliah.

          Kita lihat, Rachmadi dari awal lulus sampai dia menjadi Dosen ternyata tidak satu proyek desain pun dia dapatkan, walaupun hanya rumah tinggal. Kemudian dalam perjalananan kariernya menjadi Dosen suatu saat kakaknya menghubunginya, bahwa kakaknya itu akan membuat suatu rumah tinggal dengan konsep "Kenangan Masa Lalu bersama Nenek di Kampung Halaman". Maka akhirnya jadilah "Rumah Kenangan" di Jalan Tebet Barat X, Jakarta. Kakaknya dan kontraktornya sangat senang dengan wujud hasil rumah itu ketika berdiri. Rumah dengan suasana "njawani" di kampung halaman di tengah hiruk pikuk Metropolitan. Rumah dengan suasana taman khas "ndeso jawa" yang penuh dengan tanaman hijau di tengah-tengah polusi Ibukota Negara.
Tidak sampai disitu saja, setelah itu berdatangan media-media untuk meliput dan dimasukkan sebagai artikel khusus. Media-media itu seperti : Majalah Property, Majalah Griya Asri, Majalah Femina, Majalah Idea Edisi Khusus Rumah Etnik dan juga Indosiar TV, Trans TV, SCTV, dan Metro TV.

Luar biasa !

Padahal ini DESAIN HASIL KARYA PERTAMA Rachmadi ...hmmm baru pertama saja begini apalagi kalau berikutnya yang ditambah dengan pengalaman-pengalaman yang lebih matang lagi ? Saya tidak menjunjung dan menyanjung Rachmadi secara berlebihan. Ini adalah nyata !

          Lalu selanjutnya bagaimana karier Rachmadi di bidang arsitektur ini ? berarti dia sudah punya modal untuk menapak kepada prestasi yang lebih tinggi dan bagus lagi. Oh, ternyata tidak ... kembali kepada taqdir dan realitas kesempatan tidak selalu datang dengan mulusnya. Rachmadi tidak mendapatkan pesanan arsitektur akibat karyanya masuk media-medai informasi. Malah Media-medai itulah yang diuntungkan.
Akhirnya Rachmadi 'melacurkan' dirinya. Dia mengkhianati profesinya. Dia coba menjadi pengajar private CAD dari rumah ke rumah, dari mahasiswa satu ke mahasiswa yang lain. Bahkan Rachmadi mencoba berdagang herbal. Yang penting halal, kenapa harus malu. Tapi di tengah kesibukan dagangnya itu Alhamdulillah dia mempunyai kegiatan sosial yang menyejukkan. Dia menjadi pengajar dan bagian pemeliharaan bangunan pondok pesantren untuk anak-anak di Rumah Belajar Ibnu Abbas, Depok.

          Waktu berjalan terus, akhirnya Rachmadi dan keluarga pindah ke daerah Magelang oleh karena suatu sebab. Yaitu ingin dekat dengan tempat sekolah (pondok pesantren) anak-anaknya agar mudah bila mau menjenguk anak-anak. Ini dikarenakan Pondok Pesantren anak-anaknya berada di daerah Jawa Tengah.
Tiada disangka-sangka, justru di daerah inilah profesi Arsitek dia lebih dikenal. Maka terwujudlah Rumah Putih, Rumah Kelapa , dan rumah-rumah lainnya yang terus antri minta di desain. Tapi kesemua itu tentu jauh dari prestasi yang telah diukir arsitek-arsitek terkenal Indonesia seperti Ahmad Djuhara, Adi Purnomo, Eko Prawoto, Adi Wicaksono, Yori Antar, dan sebagainya.
Ini semua adalah kesempatan yang tidak berpihak pada Rachmadi. Usia berjalan terus. Dan prestasi Rachmadi tidak bisa mengejar ketinggalan waktu yang telah ditaqdirkan melewati padanya.Dan kalau masalah kecenderungan (bakat), Anda sudah tahu semua dari cerita di atas bukan ?

          Nah, sekarang tinggal Anda bagaimana maunya. Mau ber Hubungan Kerja mengenai desain rumah Anda di sketsarumah.com dengan Rachmadi atau tidak ? Semua sudah saya beberkan, bahwa kecenderungan (bakat) itu memang ada pada sosok Rachmadi Triatmojo, hanya saja kesempatan kurang berpihak kepadanya. Dengan kata lain belum rizqinya Rachmadi. Semua terserah Anda, dan Anda pada akhirnya nanti harus tunduk pada taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala kalau memang sudah di taqdirkan bahwa Anda akan memesan desain rumah Anda pada Rachmadi. Karena rizqi Rachmadi sudah ditetapkan dan tidak bisa direbut ataupun dia tidak bisa merebut rizqi orang atau Arsitek lain.

Alhamdulillah.

Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
http://www.sketsarumah.com

<NB : Jika anda suka posting artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini ! Terimakasih.
 

Mau tahu Studionya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html



Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya. Marilah menghidupkan kekayaan hati. Peristiwa biasa terkadang adalah sesuatu yang besar, sangat mendasar dan perlu dipersoalkan. 
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.

10 komentar:

  1. hahahahaa.... bisa juga "melacur" ya pak....

    BalasHapus
  2. Bismillah,

    "Akhirnya Rachmadi 'melacurkan' dirinya. Dia mengkhianati profesinya. Dia coba menjadi pengajar private CAD dari rumah ke rumah, dari mahasiswa satu ke mahasiswa yang lain. Bahkan Rachmadi mencoba berdagang herbal. Yang penting halal, kenapa harus malu."

    pada alinea inilah maksud antum khan ... saya kutip lagi soale ada kejadian ada yang baca komen tanpa baca tulisan seluruhnya, trus kirim message ke saya ...jadi salah faham deh.

    kalau dilihat dari sisi profesi Arsitek ... memang hina banget ya ... kok gak laku ...emang desainnya 'payah'? Dan di sini saya tekankan bahwa ada faktor lain kadang-kadang mengapa yang demikian terjadi. Yaitu : taqdir dan rizqi dari Allah subhanahu wa ta'ala. atau mungkin juga usaha kita yang belum maksimal ...

    sebab harus tetep diusahakan walau banyaknya yang masuk ke perut kita sudah tertulis.

    BalasHapus
  3. Pak Rachmadi, angkat topi untuk Bapak. Saya salut dengan pilihan berani Bapak. Alih-alih menjadi dosen yang lebih nyaman dan aman secara finansial, lebih bergengsi di mata sosial, serta lebih terjamin keuangan setiap bulannya, Bapak justru memilih menjadi arsitek lepas dengan penghasilan yang tidak pasti (yang pasti, jumlahnya lebih banyak dari gaji dosen, kan?)

    Well, saya bakal bangga sekali kalau suatu saat kelak rumah impian saya didesain oleh arsitek bernama Rachmadi Triatmodjo. Hmm, target saya sih paling telat 5 tahun lagi impian tersebut sudah bisa saya wujudkan, Pak. Minta doanya... ^_^

    BalasHapus
  4. wah selamat-selamat

    blognya unik dan keren :)

    BalasHapus
  5. Selamat dan sukses selalu buat saudaraku Rachmadi dan keluarganya...

    Gatut

    BalasHapus
  6. karya pertama langsung juara. mantap!

    BalasHapus
  7. Bismillah,

    @ Bung Eko ...saya doain mas ...Yassarallahu lak !

    @ Yang lainnya ...terima kasih atas atensi dan dukungannya !

    BalasHapus
  8. Jalan takdir emang seru berliku. Dari putus pacaran belasan tahun lalu (hihi..), memutuskan cari teman2 baru, diajak mencintai alam oleh teman2 baru, ketemu jodoh dari hasil jalan, kenal lebih banyak teman baru dari hasil doyan jalan, kenal adiknya teman baru yg ternyata arsitek di saat aku lagi butuh...the story continues.... mudah2an rejeki kami dan rejeki mas Rachmadi berjodoh di tahun 2013 :) -d-

    BalasHapus
  9. Bismillah...
    Ini mbak Dewi Kurtubi ya ?
    Ya mudah2an jodoh rizqi nya..

    Semuanya dalam pengaturan Allah. Tidak perlu khawatir semua sudah di tetapkan. Saya masih sibuk urusan ngungsi karena Merapi batuk2 pun sudah taqdir ...sabar dulu mbak ya...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting terkait

Suka dengan posting-posting 'buah eksplorasi' saya ? Hmm... lalu apa yang menghalangi Anda untuk mendapatkannya melalui email Anda? Ayo ! masukkan alamat email Anda :

Delivered by FeedBurner

Untuk berkomunikasi secara lebih intens dengan saya, silahkan bergabung :

Menjadi penggemar :

sketsarumah.com Fan Page

Menjadi anggota :

Group sketsarumah.com

Add saya :

Account Facebook Saya

Follow saya :

Twitter Saya

YANG SEDANG HANGAT

Mojo Sketsa Rumah

iZZurau Elemen Desain Rumah

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...