PORTFOLIOS

sketsarumah.com
Studio Desain Rumah Online

rumah minimalis
gambar rumah | desain rumah
rumah adat tradisional
arsitektur rumah | layout rumah
denah rumah | design rumah
model rumah | contoh rumah
desain rumah minimalis
gambar design rumah
denah rumah minimalis
rumah indah | rumah modern
gambar rumah minimalis
PORTFOLIO klik gambar untuk lebih detail
rumah-minimalis-kanaka rumah-idaman desain-rumah-kelapa rumah-adat-tradisional desain-rumah-ibu-mawar desain-rumah-jelajah-kroya desain-rumah-jelajah-temanggung desain-rumah-dokter desain-rumah-purbalingga desain-rumah-surabaya desain-rumah-roziq desain-rumah-tatang desain-rumah-adidesain-rumah-kanaka90desain-rumah-darmantodesain-rumah-ngatonodesain-rumah-khoitsamahdesain-rumah-rofiidesain-rumah-ludidesain-rumah-pendem

Translate

Minggu, 24 Oktober 2010

Bangun Rumah di Musim Hujan ? Jalan terus !

Batu bata di musim kemarau 
(dok. sketsarumah.com)



          Membangun rumah di musim hujan, terkadang harus dilakukan. Mungkin karena dana yang sudah siap dan harus segera diwujudkan sebagai rumah idaman. Atau terkadang juga karena target-target tertentu dari suatu perencanaan hidup suatu keluarga dan sebab-sebab lain yang mungkin saja terjadi lebih penting didahulukan daripada kendala musim hujan tersebut.

          Membangun rumah di musim hujan, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan, terutama dalam hal material apa saja yang tidak boleh terkena air. Untuk material tersebut, kita harus terus mengawasi perletakan material agar tidak terjadi kerusakan. Selain masalah material yang tidak boleh terkena air ada juga beberapa pekerjaan membangun yang harus dilakukan dalam kondisi kering.

PERLAKUAN TERHADAP BAHAN BANGUNAN

         Material utama yang biasa digunakan membangun rumah antara lain batu bata, pasir, batu kali, dan semen. Dari material-material tersebut, ada beberapa material yang benar-benar tidak boleh terkena air, ada pula material yang masih bisa "bersahabat dengan air" dan ada pula material yang betul-betul tahan air.

  • Batu bata
         Batu bata sebenarnya merupakan material yang tidak boleh terkena air. Tetapi batu bata masih boleh terkena hujan 1,2 atau 3 kali. Ini dikarenakan apa? Batu bata dalam proses pembuatannya khususnya saat pembakaran terkadang masih ada beberapa bagian batu bata yang basah. Sehingga hal ini mengakibatkan batu bata tidak semuanya matang, tapi terkadang ini sudah dianggap siap dipakai. Nah, oleh sebab itu bila bagian yang tidak matang tersebut terkena air terus menerus ketika musim hujan, maka tanah liat yang menjadi bahan utama batu bata yang tidak matang menjadi 'lumer' sehingga batu bata lambat laun dapat hancur. Walaupun demikian batu bata tidak perlu tempat tertutup. Ketika hujan datang batu bata cukup ditutup dengan terpal atau plastik yang lebar.

          Untuk peletakan batu bata, batu bata sebaiknya jangan langsung diletakkan langsung diatas permukaan tanah. Ini dikarena air tanah dapat membuat batu bata lembab dan lama kelamaan menjadi hancur. Dengan demikian sebaiknya batu bata bila diletakkan di atas tanah diberi alas terpal atau plastik yang lebar.

  • Semen
         Semen adalah bahan bangunan yang sama sekali tidak boleh terkena air bahkan tidak boleh berada dalam kondisi lembab, karena semen dapat mengeras saat terkena air atau udara dengan kelembaban uap air yang tinggi, oleh sebab itu penyimpanan semen harus benar-benar diperhatikan.
Hendaknya menyimpan semen di ruang yang tertutup dan yang tidak lembab. Untuk menjaga menjalarnya kelembaban dari lantai ruangan dalam meletakkan semen hendaknya diberi alas balok dan papan. Belilah semen dengan waktu bertahap. Misalnya setiap pembelian semen 10 zak untuk periode waktu pembangunan tertentu. Bila semen sudah tersisa sekitar 2-3 zak, maka belilah lagi sesuai kebutuhan dalam periode pembangunan rumah tertentu.
Apabila pembangunan rumah Anda bertingkat maka perlu diketahui kebutuhan semen yang sangat banyak adalah dalam pekerjaan pengecoran lantai atas. Biasanya sekitar 1 m2 cor lantai membutuhkan tidak lebih dari 1 zak semen. Dengan demikian Anda dapat menghitung berapa kebutuhan zak semen saat pengecoran lantai atas sesuai luas lantai atas rumah yang direncanakan. Persiapan semen pada waktu sebelum pengecoran harus disiapkan seluruhnya, karena biasanya pengecoran tidak dapat dihentikan sampai selesai semua. Oleh karena itu tempat dan peletakkan semen untuk pengecoran harus lebih-lebih diperhatikan daripada penempatan dan peletakkan semen untuk selain pengecoran.

  • Pasir
Pasir merupakan material yang cukup "toleran" terhadap air hujan. Pasir tidak perlu diletakan di tempat tertutup atau juga tidak perlu diberi alas.
Ketika hujan datang, pasir tidak perlu diberi tutup pula. Tapi perlu diperhatikan, bahwa jika yang datang adalah hujan deras dan terus menerus, maka pasirpun lambat laun dapat terbawa air hujan. Apalagi kalau air hujan mengggenang cukup tinggi permukaannya dan deras alirannya. Dalam kondisi seperti itu, maka pasir hendaklah ditutup dengan terpal atau plastik. Yang demikian dapat mengurangi laju terbawanya pasir oleh air hujan, walaupun sedikit banyak pasti ada yang terbawa juga.
Batu Kali untuk Pondasi 
(dok. sketsarumah.com)
Maka dari itu, sebaiknya membeli pasir jangan terlanjur langsung banyak. Membeli pasir dengan bertahap sesuai kebutuhan. Biasanya membeli pasir perkapasitas satu truk.

  • Batu Kali
          Berbeda dengan jenis bahan bangunan yang lain, batu kali adalah material yang sangat tahan terhadap air. Batu kali memang asalnya dari kali yang selalu berteman dengan air. Jadi, untuk batu kali Anda tidak perlu khawatir, apabila Anda tidak menutupnya dengan penutup ketika hujan turun.


PEKERJAAN MEMBANGUN

          Selain material yang harus diperhatikan dalam menanggulangi ketika hujan menyerang, tak kalah penting yang diawasi ketika melakukan pekerjaan membangun. Hal ini terkait dengan permasalahan bagaimana tukang bekerja dan pengawasannya.
Saya akan jelaskan berdasarkan tiap jenis pekerjaannya.

  • Kwalitas Pekerjaan Tukang
          Tukang-tukang dalam melaksanakan pekerjaan membangun harus selalu diperhatikan. Biasanya tukang mau cepat selesai dalam mengerjakannya.Mereka terkadang tidak perduli dengan kwalitas pekerjaan mereka. Sang tukang akan seenaknya saja ketika memasang batu bata atau melakukan pekerjaaan acian. Tidak perduli hujan atau panas yang penting pekerjaan mereka cepat selesai. Hal ini akan mengakibatkan kerusakan pada dinding, bahkan akan mempengaruhi kekuatan konstruksi bangunan rumah. Tujuannya mau cepat selesai, akhirnya membongkar pekerjaan kembali karena hasil yang kurang sempurna.

Dampak lain yang lebih signifikan adalah para tukang dan 'kenek'nya secara kejiwaan merasa dianggap sebagai 'manusia'. Mereka akan merasa dihargai. Mereka juga manusia. Dalam suasana jiwa seperti itu, semangat bekerja tentu akan datang sendiri tanpa pihak pembangun sering melakukan pengarahan dan motivasi.
  • Pekerjaan Pondasi
         Pekerjaan pondasi adalah pekerjaan yang paling berat dalam membangun rumah. Lebih-lebih jika dilaksanakan di musim hujan. Apa sebabnya ? Karena sebelum memasang batu kali pada tempat pondasi yang ditetapkan, perlu adanya pengggalian tanah sebatas kedalaman tertentu. Penggalian memang harus dilaksanakan karena pondasi memang harus tertanam dalam tanah.
Dalam penggalian tanah, kendala yang akan kita dapatkan ketika hujan datang adalah beceknya tanah dan air akan masuk ke dalam galian tersebut. Sedangkan ketika menggali pondasi terkadang tidak langsung bisa memasang batukali beserta adukan semen dan pasir kedalam lubang galian pondasi.
Hal ini mengakibatkan galian terisi air. Untuk meneruskan pekerjaan kembali perlu tukang dan 'kenek'nya menguras air yang menggenang dalam galian.
Sehingga waktu yang telah ditargetkan dalam penyelesaian pekerjaan pondasi agak 'molor' dibanding ketika pekerjaan tersebut bila dilakukan ketika musim kemarau.
Adapun kiat agar pekerjaan pondasi cepat dilakukan adalah dengan memasang terpal sebagai tenda untuk area kerja tukang. Lengkapnya keterangan tentang ini Anda dapat baca pada poin terakhir posting ini.

  • Pasangan Batu Bata
         Yang perlu diperhatikan dalam pekerjaan pasangan batu bata adalah ketika pasangan batu bata dipasang sementara adukan semen dan pasir yang menjadi perekat pasangan batu bata belum kering lalu hujan datang. Apa yang harus kita lakukan bila hal ini terjadi ? Jika pasangan batu bata dan adukan semennya Anda biarkan terkena hujan akibatnya adalah adukan semen akan lumer. Ini juga akan mengakibatkan batu bata agak turun 'melorot'. Hal ini membuat dinding yang akan terwujud tidak lurus lagi sesuai benang   yang telah ditetapkan.

        Nah, maka dari itu dalam keadaan itu perlu pasangan batu bata di tutup plastik yang lebar agar tidak rusak terkena air hujan yang datang.

  • Plesteran
Setelah pasangan batu bata, pekerjaan selanjutnya adalah plesteran. Pekerjaan ini hendaknya dilakukan ketika pasangan batu bata benar-benar telah kering yaitu kira-kira 4 sampai 7 hari.
Untuk mempercepat keringnya pasangan batu bata dalam musim hujan, maka hendaknya pasangan batu bata ditutup dengan plastik atau terpal.

  • Acian
Begitu pula pekerjaan acian, hendaknya dilaksanakan bila plesteran dalam keadaan kering betul. Bila acian dilaksanakan dalam keadaan plesteran masih basah, hal ini akan menuai permasalahan pada dinding rumah. Permukaan plesteran dinding yang terburu-buru diaci akan mengakibatkan timbulnya 'flek' pada dinding. Masalah ini tidak segera terlihat ketika dinding diaci, tapi akan timbul ketika melakukan 'finishing'. Kalau sudah begini 'flek' yang terjadi agak sulit dihilangkan. Anda tidak ingin menyesal bukan ?

  • Kiat-kiat lainnya
         Ada pengalaman tersendiri yang saya pernah praktekkan ketika saya mengawasi pembangunan rumah saya sendiri di Muntilan ketika musim hujan.

         Pembangunan rumah dapat dilaksanakan layaknya dimusim kemarau dengan cara menyediakan terpal yang sangat lebar sebagai atap para tukang ketika bekerja. Terpal tersebut dibentangkan layaknya tenda besar yang menaungi tukang-tukang dalam bekerja. Sehingga tukang-tukang dapat bekerja terus tanpa merasa terganggu ketika hujan datang. Pada bagian tengah terpal bisa kita sokong dengan suatu balok atau bambu yang tinggi. Sokongan yang tinggi itu memberikan ruang kerja yang cukup luas sehingga para tukang dan 'kenek'nya dapat leluasa bebas bergerak dalam bekerja. Sedangkan pada ujung-ujung terpal dapat kita ikat dengan kawat dan disangkutkan pada bagian-bagian sesuatu yang tinggi yang sudah ada. Seperti, pohon, tiang listrik atau pada bangunan-bangunan sekitar lingkungan lahan rumah yang akan dibangun. Tentunya minta idzin dulu dengan pemilik bangunan yang sudah ada tadi.
Terpal tersebut dapat dipindah-pindah sesuai kebutuhan dimana area kerja para tukang bekerja. Sehingga hal tersebut sangat fleksibel dan efisien untuk operasional pembangunan rumah Anda.

         Hal lain yang dapat kita lakukan agar dapat mempercepat pembangunan rumah idaman Anda adalah memberi fasilitas sepatu karet dan jas hujan kepada setiap tukang dan 'kenek'. Dengan cara ini maka otomatis para tukang dan keneknya dapat bekerja lebih cepat dan maksimal tanpa merasa terganggu ketika hujan turun.
Dampak lain yang lebih signifikan adalah para tukang dan 'kenek'nya secara kejiwaan merasa dianggap sebagai 'manusia'. Mereka akan merasa dihargai. Mereka juga manusia. Dalam suasana jiwa seperti itu, semangat bekerja tentu akan datang sendiri tanpa pihak pembangun sering melakukan pengarahan dan motivasi.

Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
http://www.sketsarumah.com

Mau tahu Studionya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html



Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RUMAH JELAJAH 2

DESAIN RUMAH CIKARANG

DESAIN Rumah Purbalingga

DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA