Translate

Minggu, 10 Oktober 2010

Rumah Minimalis, Tren Arsitektur Rumah Anda

Red and Blue Chair 
didesain Gerrit Rietveld (1917)
           Rumah yang indah tidak perlu ikut-ikutan tren yang sekarang sedang berlangsung yaitu rumah minimalis. Rumah akan lebih cantik dan indah bila tampil apa adanya, sesuai dengan karakter penghuninya. Rumah yang tampil apa adanya sehingga terlihat cantik dan indah adalah rumah yang pada wajahnya terpancar kecantikan dari dalam diri rumah itu. Kecantikan bukan karena polesan atau kosmetik.
Wajah atau suasana suatu rumah juga dapat ditunjukkan dengan berbagai sifat dan karakter seperti sombong, ramah, cerdas, semrawut, dan lain sebagainya.

          Jika kita melihat dan masuk ke suatu rumah, secara spontan kita akan merasakan kesan mengenai rumah tersebut.Apa yang kita rasakan dapat kita ungkapkan dengan berbagai kata atau kalimat yang biasanya berupa kondisi, sifat atau karakter. Misalnya, "Hmmm, rumah ini nyaman banget !", karena merasakan suasana di dalam rumah yang sejuk dengan taman yang menyedapkan mata.
Atau ada juga ungkapan seperti,"Angkuh sekali rumah itu, pasti seperti yang punya..." karena rumah tersebut berpagar tinggi, menjulang tinggi dan serba gemerlap.

Ada juga yang berkata,"Rumah ini mengingatkan pada masa lalu ..." karena rumah yang dilihat ingin menghadirkan masa lalu atau masa kecil sang penghuni.
Yang menakjubkan bila ada yang mengungkapkan,"Masya Allah rumah ini cerdas sekali ya...." karena rumah tersebut didesain dengan kreatifitas yang sangat tinggi.
Atau ungkapan-ungkapan lain yang bila melihat suatu rumah dapat diwakilkan dalam satu kata atau lebih.

         Nah, di sinilah dapat kita ketahui rumah bila tampil apa adanya sesuai karakter penghuninya akan memperlihatkan inti dari konsep rumah tersebut. Kalau memang konsep desainnya "pas" sesuai keinginan Klien akan memenuhi prinsip-prinsip arsitektur. Secara hakikat rumah tersebut sudah memenuhi secara kebutuhan fungsional penghuninya, aman secara konstruksi, nyaman bila didalamnya, tampil apa adanya, tidak neko-neko, dan sudah cantik dan indah walau tidak diberi ornamen apapun.

         Membuat rumah yang cantik, indah apa adanya dan kecantikan tersebut terpancar dari dalam adalah bukan hal yang mudah. Apalagi sekarang orang-orang baik klien ataupun arsitekpun mudah terbawa arus ikut-ikutan tren gaya rumah minimalis. Sebetulnya apa yang dimaksud gaya rumah minimalis ? Jangan-jangan semua tidak tahu apa itu rumah minimalis. Hmmm, saya rasa sebagian besar dari Anda tidak tahu. Kita ternyata hanya ikut-ikutan saja.

         Baik, kita agak menyimpang sedikit dari tema pembicaraan untuk mengetahui apa itu rumah minimalis. Saya akan jelaskan apa gaya minimalis dan kapan gaya minimalis dalam arsitektur mulai lahir. Penjelasan ini saya ambil dari Wikipedia.
The Rietveld Schröder House 
dengan prinsip-prinsip De Stijl
Istilah minimalis berasal dari kata "minimalism". Kata ini dalam konteks arsitektur digunakan untuk menjelaskan suatu tren dalam desain dan arsitektur dimana mempunyai makna utama "mereduksi" atau mengurangi elemen-elemen yang dibutuhkan. Desain minimalis sudah sangat terpengaruh dengan desain tradisional dan arsitektur Jepang. Sebagai tambahan, bahwa hasil karya seniman-seniman De Stijl (gerakan artistik dari Belanda yang mulai berdiri tahun 1917) adalah suatu sumber utama dalam referensi dari berbagai karya. De Stijl memperluas ide desain dengan cara ekspresi menggunakan elemen-elemen dasar seperti garis-garis, dan mengorganisasikan bidang-bidang dengan aturan-aturan yang sangat teliti dan presisi.

Arsitek Ludwig Mies van der Rohe mengadopsi motto "Less is More" untuk mendeskripsikan strategi estetika dalam merancang komponen-komponen penting yang sangat banyak dari suatu bangunan untuk menciptakan suatu kesan dari "kesederhanaan" yang ekstrim.

         Nah, sekarang baru tahu khan apa itu gaya minimalis. Dari sini maka kita akan tahu apa itu rumah minimalis. Maka wajar saja bila kita lihat rumah minimalis mempunyai desain serba kotak, bergaris-garis tegas, material terekspos apa adanya, berunsur kayu, batu, dan kaca. Disamping itu rumah minimalis juga mempunyai konsep mereduksi (mengurangi) fungsi ruang. Jadi idealnya satu ruang hanya satu fungsi.

Rekonstruksi Paviliun Jerman di Barcelona 
arsitek Ludwig Mies van der Rohe
         Kita kembali ke topik posting.
Mengikuti tren arsitektur rumah minimalis yang sedang berlangsung memang tidak ada salahnya. Tetapi apakah Anda akan memaksakan diri Anda membuat rumah minimalis sementara Anda suka dengan hal-hal yang etnik ? Atau apakah seorang Arsitek harus memaksa Kliennya untuk menerima desain rumah dengan gaya minimalis sementara Klien ingin menghadirkan suasana kenangan masa kecilnya dahulu ? Hal-hal tersebut akan membunuh karakter rumah sebagai karakter penghuninya.
Dan anehnya lagi dengan tren arsitektur. Tren bermakna memiliki sifat sementara, singkat, sesaat, sebentar saja; sedangkan arsitektur atau bangunan akan berdiri dalam jangka waktu yang lama.Paling tidak 15 sampai 20 tahun. Jadi, tidak tepat kalau arsitektur dikategorikan ke dalam tren. Padahal orang-orang yang mengikuti tren arsitektur rumah minimalis tujuannya agar tidak ketinggalan zaman sesuai tren yang sedang berlangsung.
Lalu kalau sudah tidak tren lagi bagaimana ? kalau hanya pakaian yang sudah tidak nge-tren mungkin bisa disumbangkan.
Lha ini rumah lho ! Apakah mau disumbangkan ? atau dirobohkan saja ?

          Rumah hendaknya tidak sekedar bagus secara komposisi bentuk tetapi semestinya nyaman ditinggali dan menjadi diri penghuninya sendiri.

          Berikut saya berikan sedikit tips agar desain rumah sesuai kepribadian, sehat dan nyaman bagi keluarga.
  • Kenalilah selera Anda dan keluarga. Ini penting agar tidak mudah dipengaruhi. Tanamkan dalam diri Anda dan keluarga bahwa rumah harus dapat menyokong kepentingan-kepentingan Anda sekeluarga.
  • Banyak-banyaklah mencari informasi melalui dari berbagai media. Informasi yang lengkap akan memudahkan Anda dalam memutuskan desain yang seperti apa yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan Anda.
  • Kumpulkan sebanyak-banyaknya contoh-contoh gambar rumah yang Anda sukai. Dari semua gambar yang ada, Anda seleksi mana yang benar-benar Anda sukai.
  • Bisa juga dengan menyusun gambar, brosur, atau semua informasi dalam suatu buku. Dengan demikian akan memudahkan Anda dalam memilih semua komponen yang akan menjadi bagian dari rumah Anda nantinya.
  • Setelah Anda mantap dengan semua pilihan Anda, maka konsultasikan kepada Arsitek Anda. Karena apa-apa yang Anda pilih akan menjadi bahan acuan sangat berarti bagi sang Arsitek dalam mendesain rumah Anda.
  • Rumah dengan konsep  
    Kenangan Masa Kecil di rumah Mbah Putri
  • Terimalah saran-saran dari Arsitek bila hal-hal yang Anda pilih dalam desain rumah Anda kurang sesuai dengan konsep arsitektur yang Arsitek ajukan pada Anda.Mintalah penjelasan kepada Arsitek Anda apa alasan-alasan konsep tersebut.Arsitek pasti dapat menjelaskan karena dia membuat konsep dengan dasar-dasar ilmu Arsitektur yang telah ia dalami.

Silahkan baca juga tulisan terkait Arsitek Yu Sing  tentang "Tren Arsitektur 2010"

        Semoga Bermanfaat.
        Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

        Rachmadi Triatmojo
        Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
        http://www.sketsarumah.com

        NB : Jika anda suka posting artikel ini, silakan share ke teman FACEBOOK Anda. Cukup dengan meng-KLIK link ini ! Terimakasih.
         

        Mau tahu Studionya ?
        Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

        Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
        Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html



        Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya.
        Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.
        Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

        Posting terkait

        Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

        RUMAH JELAJAH 2

        DESAIN RUMAH CIKARANG

        DESAIN Rumah Purbalingga

        DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

        DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA