Translate

Kamis, 25 November 2010

Desain Rumah Ibu Saya

          Rumah Ibu saya,  sebenarnya di belakang rumah saya - rumah saya, saya beri nama Rumah Jelajah - sehingga memang rumah ini tidak mempunyai tampak depan. Rumah ini bersambung dengan Rumah Jelajah (rumah saya), dimana dengan sendirinya Rumah Jelajah sebagai tampak depannya.

Denah Rumah Ibu Saya 
(rumah belakang, rumah depan adalah Rumah Saya)
untuk Ruang Tidur Anak belum tergambar, 
karena ruang tersebut adalah pengembangan desain lanjutan

Denah Rumah Ibu Saya (rumah belakang)


Tampak Depan Rumah Jelajah

Tampak Belakang 
dengan lingkungannya
Tampak Belakang


Tampak Belakang dari sisi lain
Pintu Belakang dan  
Teritisan dari kayu kelapa


Ruang Keluarga terbuka ke arah Taman Dalam

Jendela Ruang Tidur dari kayu kelapa


Ventilasi Udara Ruang Makan 
ke arah Ruang Keluarga  'Alami' Style






Ventilasi Udara 
Ruang Tidur
Ruang Tidur Utama

Kamar Mandi di akses dari Ruang Tidur
Pencahayaan Alami pada Ruang Tidur

Detail Pencahayaan 
Alami pada Ruang Tidur
Kamar Mandi dengan  
Wastafel dan WC tipe duduk

Ventilasi Udara dan  
Pencahayaan Alami pada Kamar Mandi
Kamar Mandi dengan Shower


Detail Ventilasi Udara dan  
Pencahayaan Alami 
pada Kamar Mandi
Detail Ventilasi Udara dan 
Pencahayaan Alami 
pada Kamar Mandi

Dapur

Ventilasi Udara dan  
Pencahayaan Alami Ruang Makan








Jendela Ruang Makan dan  
Pintu akses ke Ruang Tidur
Jendela Ruang Makan dengan 
view ke Teras dan Taman

Pintu Ruang Makan ke arah  
Teras Ruang Keluraga
Ventilasi Udara Ruang Makan


Ventilasi Udara 
Ruang Makan
Taman Dalam di depan Teras Ruang Keluarga

Ruang Tidur Anak
Pintu dan Jendela belum terpasang
Selasar Belakang Melayang



Pintu Belakang
Pintu Kelapa 
Ruang Tidur Anak 
yang belum terpasang
Jendela Kelapa 
Ruang Tidur Anak 
yang belum terpasang

7 komentar:

  1. mantebps...kalo udah rapi semua pasti lebih keren...

    BalasHapus
  2. akhi...kenapa memilih kayu dari kelapa....
    apa gak berbahaya nantinya...( sering menusuk istilahnya tlisiben)
    jazakallah khoir

    BalasHapus
  3. Bismillah,
    Kayu kelapa lama kelamaan akan halus dan licin kalau sering disentuh. Sehingga tidak akan ada lagi partikel-partikel yang bisa menusuk kulit.

    Bener lho ...ini pengalaman pribadi bukan teori.

    BalasHapus
  4. Benarkah demikian alasannya memilih kayu kelapa? Jadi kita harus sering2 menyentuh pintu/kayu kelapa agar permukaan pintu licin tidak tlisiben? Juga sering2 menyentuhnya secara merata seluruh permukaan pintu agar licinnya jg merata (tidak pada satu tempat yg sering disentuh)? kalau nyentuhnya tidak merata kan jadi belang blonteng.

    BalasHapus
  5. maksud nya kayu kelapa sebetulnya bisa dihaluskan cara finishingnya. Pernah lihat kerajinan tangan dari kayu kelapa (biasa dari Bali)? Nah, kira-kira seperti itulah ...gak tlisiben khan ?

    Apalagi kayu kelapa sudah lama ..biasanya bagian2 yang sering tersentuh tangan misalnya akan makin halus saja ...

    BalasHapus
  6. Mantab, Pak. Belum sempat main ke Muntilan, sekarang malah saya pindah lebih jauh ke Pemalang. Semoga baik-baik selalu dan semakin lancar ordernya. Amiiiin...

    BalasHapus

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RUMAH JELAJAH 2

DESAIN RUMAH CIKARANG

DESAIN Rumah Purbalingga

DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA