Translate

Jumat, 11 Juni 2010

Lingkup Pekerjaan dan Standar Hasil Karya di Studio sketsarumah.com



Berikut adalah Lingkup Pekerjaan dan Standar Hasil Karya di Studio sketsarumah.com yang dibuat berdasarkan acuan Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dengan Pemberi Tugas tahun 1991 terbitan IAI (Ikatan Arsitek Indonesia).



Lingkup Pekerjaan Pokok

A. Tahap Konsepsi & Perancangan

Sebelum kegiatan perancangan suatu bangunan rumah dapat dimulai, perlu adanya suatu kejelasan tentang persyaratan pembangunan. Kejelasan ini diperlukan untuk mengarahkan kegiatan perancangan agar supaya kebutuhan proyek dapat terpenuhi dengan baik.
Pemberi Tugas diharapkan untuk memberikan informasi dan data-data kepada Arsitek tentang :
  • Maksud dan tujuan proyek
  • Kegiatan-kegiatan yang akan ditampung di dalam dan di luar bangunan rumah (kebutuhan-kebutuhan fungsional yang perlu dipenuhi).
  • Data-data situasi dan keadaan lahan tapak.
  • Anggaran biaya.
  • Waktu yang tersedia.
  • Data-data dan informasi yang lainnya yang berkenaan dengan pembangunan dan penggunaan bangunan rumah.
Pemberi Tugas dapat mengisi informasi dan data-data ini pada Formulir Data.

Untuk melihat atau mengisi Formulir Data bisa KLIK di sini.

Arsitek akan mengolah data-data serta informasi yang diterimanya dan menyusun suatu perancangan bangunan rumah. Apabila data-data dan informasi yang dibutuhkan tidak dapat disediakan oleh Pemberi Tugas dan Arsitek diminta untuk melakukan kegiatan pengumpulan data, maka hal ini perlu ditempuh melalui suatu penugasan tersendiri
(lihat Lingkup Pekerjaan Pelengkap di akhir tulisan ini ).

Pada tahap ini produk desain ada 2 macam :

1. Gambar
Gambar yang disajikan adalah gambar 3 Dimensi yang menunjukkan :
  • Gambaran yang cukup jelas tentang pola pembagian ruangan-ruangan
  • Bentuk bangunan
  • Menunjukkan posisi bangunan rumah dalam lahannya
  • Menunjukkan hubungan bangunan rumah dengan penghijauan, titik pohon, titik penerangan dan kontur tanah.
  • Menunjukkan posisi dan nama ruangan pada denah bangunan rumah
  • Menunjukkan perbedaan tinggi lantai
  • Menunjukkan penampilan bahan-bahan bangunan yang digunakan
  • Menunjukkan bayang-bayang bangunan
  • Menunjukkan garis besar sitem struktur bangunan.
  • Dan sebagainya. 

2. Laporan Tulisan ( Konsep )
Yaitu tulisan mengenai tujuan perancangan dan pemikiran-pemikiran tentang latar belakang yang mencakup semua segi dari proyek tersebut dan yang mengantarkan Arsitek pada gagasan tersebut. Laporan tulisan ini terdiri dari :
  • Pemilihan konsep bangunan
  • Pemilihan sistem struktur bangunan
  • Pemilihan mekanikal dan elektrikal yang digunakan dalam bangunan
Setelah diperiksa oleh Pemberi Tugas, hasil Tahap Perancangan ini dianggap oleh Arsitek sebagai dasar untuk pengembangan tahap selanjutnya.

Untuk melihat contoh Tahap Konsepsi bisa KLIK di sini

Untuk melihat contoh Tahap Perancangan ( Desain 3 D) bisa KLIK di sini


B. Tahap Rancangan Pelaksanaan

Dalam tahap ini menunjukkan hal-hal yang lebih rinci yaitu :
  • Menyatakan semua bahan-bahan bangunan yang akan digunakan.
  • Menentukan semua ukuran-ukuran dalam bangunan.
  • Menetapkan semua peralatan yang akan digunakan dan sudah terintegrasi dengan baik dalam bangunan.
  • Secara garis besar produk dalam tahap ini sudah dapat digunakan sebagai dasar pelaksanaan pekerjaan konstruksi fisik.
Secara terinci, produk dalam tahap ini ialah gambar-gambar yang menjelaskan mengenai :

1. Gambar SITEPLAN atau disebut juga RENCANA TAPAK.
Yang menunjukkan hubungan denah lantai dasar terhadap tapaknya. Dalam gambar tersebut sudah dijelaskan ketinggian lantai tiap ruangan, tinggi tanah diluar bangunan, tinggi pengerasan dan bahan bangunan yang digunakan dalam rencana tapak.

2. Gambar DENAH yang banyaknya sesuai jumlah lantai bangunan.
Yang menunjukkan tiap lantai dimana semua titik acuan sudah tertentu koordinatnya dihubungkan dengan rencana tapak. Pada gambar denah sudah dijelaskan ukuran-ukuran, ketinggian peil lantai tiap ruangan dan bahan-bahan yang digunakan.

3. Gambar TAMPAK 4 sisi
Yang menunjukkan pandangan ke arah bangunan rumah dari empat sisi

4. Gambar POTONGAN yang jumlahnya sesuai kebutuhan.
Yaitu potongan melintang dan memanjang yang menunjukkan ketinggian langit-langit pada setiap lantai, ketinggian bangunan secara keseluruhan, ketinggian tiap anak tangga, tinggi ambang jendela, tinggi pintu dan sebagainya.
Apabila diperlukan gambar potongan dapat dibuat beberapa buah agar semua informasi tentang bangunan dapat disajikan sejelas mungkin.Makin rumit bentuk suatu bagunan, maka mkin banyak gambar POTONGAN yang perlu dibuat. Karena dengan gambar POTONGAN inilah pihak pelaksana dapat menjadikannnya acuan dalam pembangunan.
Setelah diperiksa dan disetujui oleh Pemberi Tugas, hasil perancangan pelaksanaan ini dianggap sebagai rancangan tetap dan digunakan oleh Arsitek sebagai dasar untuk mulai tahap selanjutnya.

Untuk melihat contoh Tahap Rancangan Pelaksanaan ( DENAH, TAMPAK dan POTONGAN) KLIK di sini


C. Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja

Pada tahap ini Arsitek menterjemahkan rancangan tetap ke dalam gambar-gambar yang rinci secara tersendiri dan keseluruhan dapat mendukung proses pemilihan pemborong,pelaksanaan pembangunan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan.

Gambar-gambar kerja terdiri dari :
  1. Gambar RENCANA PONDASI
  2. Gambar DETAIL PONDASI
  3. Gambar RENCANA BALOK (BEAM) kalau rumah tersebut lebih dari satu lantai.
  4. Gambar RENCANA ATAP
  5. Gambar DETAIL ATAP jika dibutuhkan.
  6. Gambar RENCANA KUSEN PINTU dan JENDELA yang jumlahnya sesuai banyaknya lantai bangunan.
  7. Gambar DETAIL PINTU yang jumlahnya sesuai banyaknya tipe pintu yang didesain.
  8. Gambar DETAIL JENDELA yang jumlahnya sesuai banyaknya tipe jendela yang didesain.
  9. Gambar RENCANA INSTALASI LISTRIK
  10. Gambar RENCANA INSTALASI AIR BERSIH
  11. Gambar RENCANA INSTALASI AIR KOTOR
  12. Gambar DETAIL KAMAR MANDI & WC
  13. Gambar DETAIL DAPUR.
  14. Gambar DETAIL ARSITEKTURAL yang dibutuhkan.

Untuk melihat contoh Tahap Pembuatan Dokumen Pelaksanaan / Gambar Kerja bisa KLIK :
Rencana Pondasi dan ME , Detail - Detail ToiletDetail - Detail Arsitektural , Rencana dan Detail - Detail Kusen Pintu dan Jendela


Lingkup Pekerjaan Pelengkap

Lingkup Pekerjaan Pelengkap meliputi tugas-tugas yang mungkin diperlukan untuk mendukung Pekerjaan Pokok, seperti :
  • Pengumpulan data-data yang dibutuhkan dalam rangka penyusunan pengolahan informasi pada tahap perancangan
  • Pelaksanaan pengukuran dan pemetaan lahan
  • Pelaksaan penyelidikan mekanika tanah dan sumber air tanah
  • Pembuatan maket atau animasi bangunan
Setiap Pekerjaan Pelengkap merupakan kegiatan tersendiri yang terpisah dari Pekerjaan Pokok. Biaya dan waktu pelaksanaan Pekerjaan Pelengkap diatur dalam penugasan tersendiri yang disetujui oleh Arsitek dan Pemberi Tugas.


    Semoga Bermanfaat.
    Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

    Rachmadi Triatmojo
    Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
    http://www.sketsarumah.com

    Mau tahu Studionya ?
    Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

    Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
    Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html
    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    Posting terkait

    Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

    RUMAH JELAJAH 2

    DESAIN RUMAH CIKARANG

    DESAIN Rumah Purbalingga

    DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

    DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA