PORTFOLIOS

sketsarumah.com
Studio Desain Rumah Online

rumah minimalis
gambar rumah | desain rumah
rumah adat tradisional
arsitektur rumah | layout rumah
denah rumah | design rumah
model rumah | contoh rumah
desain rumah minimalis
gambar design rumah
denah rumah minimalis
rumah indah | rumah modern
gambar rumah minimalis
PORTFOLIO klik gambar untuk lebih detail
rumah-minimalis-kanaka rumah-idaman desain-rumah-kelapa rumah-adat-tradisional desain-rumah-ibu-mawar desain-rumah-jelajah-kroya desain-rumah-jelajah-temanggung desain-rumah-dokter desain-rumah-purbalingga desain-rumah-surabaya desain-rumah-roziq desain-rumah-tatang desain-rumah-adidesain-rumah-kanaka90desain-rumah-darmantodesain-rumah-ngatonodesain-rumah-khoitsamahdesain-rumah-rofiidesain-rumah-ludidesain-rumah-pendem

Translate

Minggu, 03 Oktober 2010

Denah Rumah Versi Klien, perlukah ? (3)

           Nah, sekarang adalah artikel yang ditunggu-tunggu.

           Sebelum ini saya membuat dua posting artikel yang menjadi latar belakang mengapa seorang Klien perlu membuat denah versi dia dan artikel hal-hal apa saja yang menjadi acuan dalam membuat denah versi Klien. Silahkan baca lebih dahulu jika belum.

          Sekarang Ayo kita mulai membuat denah rumah Anda !

          Dalam meletakkan ruang-ruang dalam rumah, perlu kita kelompokkan dalam pola Zoning. Ruangan apa saja yang diprioritaskan mendapat akses orang-orang pada umumnya atau orang-orang yang bukan anggota keluarga (Zona Publik). Kemudian juga kita perlu kelompokkan secara berdekatan ruang-ruang mana yang hanya bisa diakses hanya oleh anggota keluarga (Zona Semi Publik) dan ruang-ruang apa saja yang mempunyai tingkat Privacy yang tinggi. (Zona Private). Adapun sisanya adalah ruang-ruang pelayanan (Zona Service)

          Dengan demikian maka dapat dirinci :
Zona Publik : Ruang Tamu, Carport (Garasi) dan Teras depan.
Zona Semi Publik : Ruang Keluarga, Ruang Makan, Perpustakaan , Taman dan Teras Dalam jika ada.
Zona Private : Ruang Tidur, Kamar Mandi dan WC.
Zona Service : Dapur, Ruang Cuci dan Ruang Jemur.
Mengapa Zoning diperlukan? Karena supaya tidak terjadi bercampurnya atau kesimpangsiuran aktifitas di dalam rumah. Seperti misalnya: Ruang Tidur (Zona Private) tidak baik bila berdekatan dengan ruang yang ber Zona Publik seperti Ruang Tamu yang mempunyai akses orang-orang yang bukan anggota keluarga. Maka Ruang Tidur paling baik berdekatan dengan ruang-ruang yang ber Zona Semi Publik seperti Ruang Keluarga atau Ruang Makan.

Pola Grid / Kotak-kotak Bujur Sangkar
         Selanjutnya, bersamaan dengan pen-Zoning-an Anda juga harus memikirkan ruang-ruang apa saja yang harus diprioritaskan mendapat akses langsung dari luar dan ruang-ruang apa saja yang membutuhkan lebih banyak sinar matahari dan pertukaran udara. Ruang-ruang itulah yang harus diletakkan pada bagian-bagian yang berhubungan dengan udara terbuka.
Ruang-ruang yang mempunyai akses langsung dari luar seperti: Garasi atau Carport dan Ruang Tamu. Ruang-ruang yang membutuhkan lebih banyak sinar matahari dan pertukaran hawa misalnya: Ruang Tidur, Dapur, dan Kamar Mandi.

         Maka, sudah pasti Garasi atau Carport berada paling depan, kemudian Ruang Tamu sebagai "Gerbang Masuk"  ke dalam rumah. Usahakan meletakkan Ruang-ruang Tidur dengan jendela menghadap keluar (ke halaman depan atau ke taman dalam rumah) agar mendapat pandangan dan sirkulasi udara yang baik.

         Lalu yang perlu diperhatikan lagi adalah menentukan lokasi ruang-ruang yang bersifat basah seperti ; Dapur, Kamar Mandi, WC dan Tempat Cuci. Usahakan ruang-ruang ini berdekatan atau dalam satu jalaur agar memudahkan pemasangan instalasi air bersih dan air kotor.
Geser, pindahkan, tambah, kurangi
Dan, yang harus benar-benar lurus adalah jalur buangan WC menuju Septic Tank, walaupun harus menembus pondasi-pondasi yang melintang atau menghalangi.
Bila rumah bertingkat, sebaiknya Kamar Mandi atas berada di atas Kamar Mandi bawah. Dan jangan sampai meletakkan Kamar Mandi atas di atas Dapur atau Ruang Makan. Secara kejiwaan saja akan kurang nyaman bila memasak atau makan di bawah sementara di atas tempat membuang sisa makanan.

         Untuk lebih mudahnya, Tapak bisa Anda bagi-bagi menjadi kotak-kotak bujursangkar atau grid 3m x 3m, karena rata-rata ukuran standar ruang adalah demikian.
Kemudian grid tersebut Anda geser, pindahkan, tambah atau kurangi dengan mencoret-coret hingga beberapa kali seperti menyusun 'puzzle'. Karena belum tentu sekali coret langsung bisa mendapatkan susunan ruangan (denah rumah) yang ideal. Simultan dengan penyusunan 'puzzle' tadi tambahkan sirkulasi manusia, pintu dan kalau bisa sekaligus dengan penyusunan letak perabotan (furniture) dengan ukuran sesungguhnya.

         Alhamdulillah, selesai sudah denah rumah versi Anda.
Sekarang tinggal Anda serahkan kepada Arsitek Anda rancangan denah rumah Anda tadi. Giliran sekarang Sang "Bidan Rumah" dengan segala ilmu "kebidanan rumah"nya membantu Anda melahirkan peradaban kecil Anda, rumah Anda.

Sketsa Denah Rumah Versi Anda
Hasilnya, mungkin akan mirip atau sangat beda sekali dengan rancangan Anda , tapi sudah diolah sedemikian rupa secara tiga dimensi.










Semoga Bermanfaat.
Terima Kasih, Salam Sukses untuk Anda !

Rachmadi Triatmojo
Pendiri dan Arsitek sketsarumah.com
http://www.sketsarumah.com

Mau tahu Studionya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/studio.html

Atau mau tahu langsung hasil-hasil karyanya ?
Silahkan klik http://www.sketsarumah.com/p/karya.html



Silahkan berkomentar untuk menjalin persahabatan di dunia maya. Komentar Anda adalah kehormatan bagi saya.
Terima kasih telah menghentikan kesibukan Anda untuk berkunjung.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Posting terkait

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

RUMAH JELAJAH 2

DESAIN RUMAH CIKARANG

DESAIN Rumah Purbalingga

DESAIN RUMAH KENANGAN, JAKARTA

DESAIN RUMAH PUTIH, JOGJA