![]() |
| Gempa Bantul - sumber : inilah.com |
Seorang Arsitek ketika mulai menorehkan garis - entah di komputernya dengan program sofware gambar yang canggih atau di secarik kertas kumal yang setiap saat dibawanya untuk menuangkan ide - maka segala pikiran dan konsentrasinya terpusat kepada tarikan garisnya tersebut. Kenapa kok perlu konsentrasi sekali ? Memang demikian, karena seorang arsitek ketika membuat garis dalam desainnya maka yang terpikir olehnya adalah banyak hal. Dia akan membayangkan pada saat itu bagaimana rasanya bila tinggal di dalam ruang bangunan yang dia desain.
Terkhusus bangunan rumah tinggal, karena manusia sebagian besar waktu hidupnya adalah di dalam rumah. Maka, janganlah sampai suatu rumah tinggal tersebut membuat tidak betah di dalamnya. Janganlah rumah membuat suasana yang tidak menentramkan hati. Tapi rumah hendaklah menjadikan jiwa pemiliknya menyatu dengan rumahnya. Rumah menjadikan tempat sumber inspirasi.
Rumah menjadi belahan jiwa. Hmm ...Anda tidak percaya ?






















